Minggu, 07 Februari 2016

Detektif Rasa




Setiap daerah pasti memiliki ciri khas daerahnya masing-masing, tak terkecuali di Trat, Thailand. Aku begitu senang tinggal disini. Setiap hari penuh dengan makanan, setiap hari yang kita lakukan hanyalah berburu kuliner, hahaha.

Masih kuingat hari pertamaku disana, saat Mr. Eric, Mrs. Debby mengajak kami makan malam di salah satu restoran di Trat. Kami juga ditemani oleh Mr. Glyn, Native teacher dari London. Kami berangkat kesana menggunakan mobil Mr. Glyn karena kebetulan Mr. Glyn tinggal di satu domitory dengan kami di Campus 2 Trat Technical College. Sesampainya di tempat tujuan kami disuguhkan dengan sajian kuliner yang lezat. Sebenarnya tak selera menurutku (you can find the reason in the next post). Tapi bagi Suci, Pak Aji, Pak Sofyan mungkin ini sangatlah enak.




Makan malam kami dibuka dengan menu Udang Crispy, Telur dadar isi kepiting, dan sayur yang entah itu apa namanya. yang jelas menurutku rasanya aneh. Ya, I can’t eat some dish. Aku nggak suka seafood sebenernya, yah tapi karena sudah dipesan aku belagak makan aja walaupun menahan rasa pengen menyudahi semuanya. Akhirnya semuanya berlalu, syukurlah. Makanan itu terasa gimana gitu, maklum mungkin karena kami belum terbiasa dengan rasanya, wajar lidah Indonesia, hahaha . Apalagi lidahku yang nggak mudah makan sembarang makanan. Namun berbeda dengan temenku Suci yang rasa ingin tahunya tinggi, mungkin nafsu makannya juga sih yang tinggi, hahaha. Selesai makan kami memesan es krim. Ini yang aku suka, siapa sih yang nggak suka es krim. Semua orang pun ngiler melihatnya. Sambil memakan es krim ternyata Mr. Erick juga memesan manisan yang katanya harus kami coba. Salaka namanya, nama yang aneh, dan ternyata itu dari buah Salak. Salak? Salaka? Is it same? Penasaran dengan rasanya kami mulai mencoba, saat masuk kemulut rasanya sih biasa aja, tapi sensasi luar biasa itu muncul ketika salaka tergigit oleh mulut kami, tiba-tiba mengalir batu es dingin ditambah rasa asam yang bener-bener asam, uuuh bikin gigi ngilu, tapi anehnya enak, rasanya bikin nagih. Bahkan Mr. Glyn yang dari London pun turut penasaran kenapa bisa ada makanan semacam ini. Setelah itu kami menghabiskan malam dengan tertawa dan bercerita satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar